Andalkan Ekspor, WOOD Bidik Pertumbuhan Penjualan 5%-10% pada 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:48:31 WIB
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD).

JAKARTA — PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5%-10% pada 2026. 

Strategi ini akan ditempuh melalui diversifikasi produk serta ekspansi pasar ekspor ke wilayah Eropa dan Timur Tengah, di tengah tantangan perlambatan permintaan dari pasar utama di Amerika Serikat (AS).

Direktur WOOD, Wang Sutrisno, menyampaikan bahwa perseroan memilih target yang realistis dalam menyikapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. 

“Kami tidak ingin terlalu agresif. Namun kami melihat masih ada sejumlah peluang pertumbuhan yang dapat dimanfaatkan, terutama melalui pengembangan produk baru dan ekspansi pasar,” ujar Wang dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).

Strategi utama tahun ini mencakup peluncuran produk baru dengan siklus bisnis lebih cepat, seperti lantai kayu (flooring) dan furnitur luar ruangan (outdoor furniture). 

Selain tetap mempertahankan pasar AS sebagai kontributor utama, WOOD kini meningkatkan penetrasi ke pasar Eropa dan Timur Tengah yang memiliki prospek menjanjikan.

Optimisme ini didukung oleh keberhasilan strategi diversifikasi pasar sejak tahun lalu. 

Sepanjang 2025, penjualan ke Eropa melonjak 654% menjadi Rp242,1 miliar, dan tren tersebut berlanjut pada kuartal I-2026 dengan lonjakan hingga 2.133% menjadi Rp112,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, WOOD sempat mencatatkan tekanan kinerja pada 2025 akibat melemahnya permintaan pasar AS, di mana penjualan bersih turun 5,8% menjadi Rp2,63 triliun dan laba bersih terkoreksi menjadi Rp65 miliar. 

Namun, segmen building component tetap menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan penjualan 13,8% menjadi Rp2,24 triliun.

Untuk menjaga profitabilitas di tengah tantangan pasar yang ada, manajemen WOOD berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program efisiensi dan optimalisasi portofolio bisnis. 

Pada kuartal I-2026, perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp722,4 miliar dengan laba bersih mencapai Rp28,62 miliar.

Terkini