Bank Syariah Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Aplikasi Digital

Jumat, 19 Juni 2026 | 04:32:32 WIB
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar. (Foto: NET)

JAKARTA – Industri perbankan kini sangat bergantung pada ekosistem digital. Saat ini, sektor perbankan, termasuk bank syariah, terus bersaing untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui pemanfaatan aplikasi digital.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada Mei 2026, volume transaksi melalui aplikasi digital tumbuh 26,16% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara keseluruhan, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi, meningkat 28,14% secara tahunan. 

Pesatnya digitalisasi ini menjadi peluang besar bagi perbankan syariah untuk memperluas jangkauan bisnis.

Sejumlah bank syariah sukses mencatatkan kinerja positif melalui inovasi digital mereka. PT Bank Syariah Nasional Tbk (BSI) melaporkan pertumbuhan jumlah nasabah berkat investasi pada layanan digital. 

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengungkapkan bahwa pengguna aplikasi BYOND telah melampaui 10 juta per April 2026, atau tumbuh 25% secara tahunan, yang mendorong total nasabah BSI mencapai 23,7 juta.

"Transformasi digital menjadi salah satu kunci akselerasi pertumbuhan bisnis melesat di BSI," kata Wisnu saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).

Wisnu menambahkan, keunggulan aplikasi BSI terletak pada integrasi layanan syariah, seperti transaksi finansial, BSI Emas, hingga fitur arah kiblat. Berkat aplikasi ini, pembiayaan cicil emas BSI tercatat mencapai Rp 16,93 triliun per April 2026, tumbuh 97,9% secara tahunan. 

"Kami optimis tahun ini pengguna channel digital BSI meningkat, terutama menyasar gen Z dan gen milenial," ujar Wisnu.

PT Bank BCA Syariah juga mencatat hasil positif dari aplikasi BSya. Direktur BCA Syariah, Pranata Nazamuddin, menyebutkan bahwa hingga Mei 2026, pengguna BSya mencapai sekitar 221.000 nasabah. 

Peran BSya sangat krusial dalam akuisisi nasabah baru, di mana kontribusinya mencapai 69% dari total nasabah baru tahun 2026.

"Kami yakin ke depannya BSya akan terus tumbuh positif selaras dengan tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang inklusif dan mudah dijangkau," ucapnya.

Di sisi lain, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merasakan lonjakan transaksi berkat penggunaan QRIS pada aplikasi Muamalat DIN. Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, menuturkan bahwa jumlah transaksi QRIS melalui Muamalat DIN pada Mei 2026 tumbuh 74,87% secara tahunan, dengan volume transaksi meningkat 58,12% secara tahunan.

"Pembayaran digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, kami terus mengoptimalkan Muamalat DIN, sekaligus melakukan penetrasi dan akuisisi merchant," kata Ricky.

Ricky optimistis pertumbuhan pengguna dan transaksi Muamalat DIN akan terus berlanjut seiring dengan semakin luasnya jaringan ekosistem merchant Bank Muamalat.

Terkini