INPP Pertahankan Kontribusi Pendapatan Berulang di Atas 75 Persen pada 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 00:41:01 WIB
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP).

JAKARTA - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mematok target agar kontribusi pendapatan berulang (recurring income) tetap mendominasi di atas 75 persen dari total pendapatan sepanjang tahun 2026. 

Strategi ini diposisikan sebagai pilar utama perusahaan untuk menjaga stabilitas arus kas sekaligus menopang ekspansi bisnis jangka panjang.

Pendapatan berulang yang bersumber dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, dan aset komersial lainnya dinilai memberikan ketahanan bisnis yang lebih stabil dibandingkan model bisnis pengembang yang bergantung pada penjualan aset lepas.

Presiden Direktur INPP, Andri Hadi, menyatakan optimisme perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan melalui konsistensi pengembangan portofolio berkualitas. 

"Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan melalui konsistensi realisasi proyek, memperkuat kualitas pendapatan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam acara Public Expose (Pubex), Kamis (18/6/2026).

Target tersebut didukung oleh beroperasinya sejumlah aset baru, salah satunya 23 Semarang Shopping Center yang resmi dibuka pada Juni 2026. 

Selain itu, perseroan juga tengah mempercepat pengembangan Plaza 88 Balikpapan dan proyek ekspansi lainnya.

Dari sisi kinerja keuangan, INPP mencatatkan kondisi yang solid dengan rasio Net Debt to Equity Ratio (Net DER) sebesar 0,21 kali. Pada kuartal I-2026, EBITDA perseroan tumbuh 20 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp100,67 miliar. 

Pencapaian ini menyambung tren positif dari tahun 2025, di mana pendapatan neto meningkat 32,9 persen menjadi Rp1,74 triliun.

Wakil Presiden Direktur INPP, Surina, menambahkan bahwa kombinasi portofolio aset yang berkualitas, dominasi recurring income, serta neraca keuangan yang sehat menjadi modal utama perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mitra usaha.

Terkini