Kemendikdasmen Percepat Rehabilitasi Sekolah Pascabencana Sumatera

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:59:31 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat upaya rehabilitasi serta rekonstruksi layanan pendidikan bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemenuhan hak belajar peserta didik merupakan prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana. 

Pihaknya terus mengupayakan pemulihan pembelajaran, revitalisasi dan relokasi sarana prasarana, penyediaan ruang kelas darurat, serta pemberian bantuan bagi pendidik dan peserta didik terdampak.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan hak belajarnya karena terdampak bencana. Karena itu, kami memastikan layanan pendidikan tetap berjalan sambil mempercepat pemulihan sarana dan prasarana agar peserta didik dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data per 9 Juni 2026, sebanyak 4.922 satuan pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tercatat terdampak bencana. 

Meski demikian, seluruh satuan pendidikan telah kembali melaksanakan kegiatan belajar dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 100 persen.

Mu'ti merinci, sebanyak 4.828 sekolah telah kembali belajar di sekolah asal, 52 sekolah menggunakan ruang kelas darurat, 35 sekolah masih memanfaatkan tenda, dan 7 sekolah menumpang di bangunan lain. 

Pihaknya menargetkan pada tahun ajaran baru Juli 2026, tidak ada lagi siswa yang belajar di tenda.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh peserta didik dapat belajar di ruang yang lebih layak. Karena itu, penyediaan ruang kelas darurat dan percepatan revitalisasi terus kami lakukan agar pada tahun ajaran baru tidak ada lagi sekolah yang belajar di tenda,” kata Mu’ti.

Dari 4.922 sekolah terdampak, 3.283 sekolah memperoleh bantuan revitalisasi, sementara 1.639 sekolah memerlukan dukungan sarana pendidikan. 

Hingga saat ini, sebanyak 3.119 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total nilai Rp3,001 triliun. 

Adapun dana tahap pertama telah tersalur kepada 3.034 sekolah senilai Rp2,050 triliun, sementara 86 sekolah lainnya masih dalam proses.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mempercepat pembangunan 310 unit ruang kelas darurat di 88 satuan pendidikan, di mana 171 unit telah selesai dan digunakan, 40 unit sedang dalam tahap pembangunan, serta sisanya masih dalam perencanaan. 

Selain itu, terdapat 97 satuan pendidikan yang harus direlokasi karena berada di kawasan yang tidak lagi aman.

Terkini