Prabowo Tegaskan Jerman Mitra Strategis RI di Jamuan Makan Siang

Selasa, 16 Juni 2026 | 00:15:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa hubungan kemitraan strategis yang terjalin antara Indonesia dan Jerman memegang peranan krusial dalam menghadapi berbagai tantangan di tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam agenda jamuan santap siang kenegaraan, yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, bersama istrinya, Elke Büdenbender, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin.

"Saya berharap kunjungan anda dapat semakin memperkuat kerja sama kami, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini," kata Presiden sebagaimana keterangan yang diterima, Selasa (16/6/2026).

Acara jamuan kenegaraan itu berjalan dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban, memperlihatkan eratnya tali persahabatan yang mengikat Indonesia dan Jerman. Melalui sambutannya, Presiden Prabowo mengutarakan apresiasi mendalam atas hubungan bilateral yang sudah berjalan selama puluhan tahun.

Bagi Presiden Prabowo, Jerman menempati posisi yang sangat strategis untuk Indonesia, di mana kolaborasi yang telah dibangun selama ini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di kedua negara.

“Saya menghargai perbincangan yang hangat, terbuka, dan produktif yang telah kami lakukan pada hari ini. Tuan-tuan, Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia. Selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kami telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kami. Membuat Jerman menjadi salah satu mitra penting di Eropa,” ujarnya.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa Jerman senantiasa menjadi role model dalam proses pembangunan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan inovasi serta penguasaan bidang teknologi. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya warga negara Indonesia yang memilih menuntut ilmu serta mengikuti pelatihan di Jerman.

“Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi. Banyak warga Indonesia telah belajar dan memperoleh pelatihan di Jerman. Presiden ketiga Indonesia juga memiliki pengalaman panjang menempuh pendidikan dan bekerja di Jerman,” ungkapnya.

Bertolak dari hal itu, Presiden Prabowo menginginkan agar kemitraan antara Indonesia dan Jerman bisa terus ditingkatkan di berbagai sektor. Pada momentum yang sama, Presiden turut menceritakan pengalaman personalnya sewaktu mengikuti program pelatihan di Jerman pada tahun 1981 silam.

“Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981," tuturnya.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi andil besar Jerman dalam memperkenalkan Indonesia ke panggung internasional, termasuk lewat jalur akademis yang bahkan sudah dimulai sejak era sebelum kemerdekaan Indonesia.

“Oleh karena itu, meskipun kedua negara akan segera merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, akar hubungan kami sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka,” ucap Presiden.

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih atas kunjungan Presiden Steinmeier ke tanah air dan berharap jalinan persahabatan serta kerja sama kedua negara dapat terus bertumbuh secara positif di masa depan.

“Saya pikir banyak hubungan akan didukung di Jerman. Sebagai catatan terakhir, saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenwender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat,” tutup Presiden Prabowo.

Terkini