BKPM Fokus Datangkan Investasi Berkualitas untuk Ekonomi Nasional

Senin, 15 Juni 2026 | 03:24:27 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, terus berupaya memastikan bahwa modal yang masuk ke Indonesia merupakan investasi berkualitas yang mampu memberikan dampak nyata, baik bagi ekonomi daerah maupun nasional.

“Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besar nominasi atau nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk adalah investasi yang berkualitas, di saat bersamaan juga realisasi atau akselerasi implementasi, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di daerah maupun di nasional,” ujar Rosan saat rapat dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mematok target investasi periode 2025-2029 senilai Rp13.032,8 triliun. Angka tersebut mencatatkan kenaikan 143 persen dibandingkan realisasi selama satu dekade terakhir. 

Kendati target meningkat, Rosan menekankan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kualitas guna mendorong nilai tambah dan penguatan struktur ekonomi nasional.

Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, BKPM mencatat realisasi investasi kuartal I 2026 menyentuh Rp498,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan telah mencapai 24,4 persen dari target tahunan. Capaian ini juga sukses menyerap 700 ribu tenaga kerja langsung, melonjak 18,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Secara rinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp248,8 triliun (49,9 persen), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp250 triliun (50,1 persen). Sektor utama penyumbang meliputi industri logam dasar, jasa, pertambangan, perumahan, serta transportasi dan telekomunikasi.

Rosan turut mencatat investasi berbasis sumber daya alam berkontribusi sebesar Rp147,5 triliun atau 30 persen dari total realisasi. Ke depannya, ia berkomitmen terus memacu investasi pada komoditas strategis bernilai tambah tinggi, termasuk semikonduktor, bioetanol, turunan kelapa, dan hilirisasi rumput laut.

Terkini