Danantara: Koreksi Pasar 40 Persen Picu Aksi Beli Investor Asing

Senin, 15 Juni 2026 | 19:54:01 WIB
Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani.

JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa koreksi pasar modal Indonesia yang mencapai sekitar 40 persen dalam beberapa bulan terakhir telah memicu aksi beli oleh investor asing karena harga saham emiten domestik menjadi sangat terjangkau.

"Memang kalau kami lihat juga karena koreksi yang kemarin selama beberapa bulan ini hampir 36 atau 40 persen pasar modal kami ini menyebabkan pricing dari perusahaan-perusahaan kami menjadi sangat affordable, sangat-sangat baik, sangat-sangat murah malah," ujar Rosan Roeslani kepada wartawan di Ruang Sidang Kabinet Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Penurunan tajam indeks tersebut dinilai memicu titik balik bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat mengalami tekanan hebat.

Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, mengaitkan pembalikan momentum tren negatif ini dengan hukum ekonomi dasar ketika pelaku pasar melihat instrumen investasi berada di bawah harga wajar.

Menurutnya, indikator menunjukkan harga saham gabungan berada jauh di bawah nilai buku aset emiten. Kondisi volatilitas pasar tersebut dimanfaatkan oleh pengelola dana global untuk mengumpulkan portofolio saham sektor perbankan dan industri utama domestik.

"Kembali lagi kepada hukum ekonomi pada saat mereka melihat oh fundamental kami bagus, perbankan kami pertumbuhannya bagus, dividennya bagus, yield-nya bagus, harganya di bawah price to book-nya di bawah jauh di harga pasar, ya otomatis mereka juga melihat, oh ini is time to buy," kata Rosan.

Ia menyebut tren penguatan IHSG dan rupiah dalam beberapa hari terakhir berjalan cepat setelah terjadinya akumulasi beli oleh investor luar negeri. 

Pemerintah mengklaim struktur fundamental ekonomi jangka menengah dan panjang Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat untuk menopang pertumbuhan pasar keuangan nasional.

Penurunan nilai aset finansial domestik sebelumnya sempat memicu kekhawatiran penurunan harga yang berkelanjutan di bursa efek. 

Namun, tingkat imbal hasil dividen institusi keuangan dalam negeri yang stabil tetap menjadi jangkar penahan bagi keluarnya modal asing secara permanen.

Pemerintah memproyeksikan aktivitas transaksi pembelian saham oleh pemodal eksternal akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Kebijakan stabilisasi pasar modal tersebut diproyeksikan bergantung pada kelanjutan arus modal masuk pada sisa kuartal tahun ini.

Terkini