Perluas Pasar Eurasia, Kemenperin Perkuat Kerja Sama dengan Tajikistan

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:04:01 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita.

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik penguatan akses pasar industri Indonesia ke kawasan Eurasia melalui penguatan kerja sama dengan Tajikistan. 

“Kolaborasi industri antarnegara perlu terus diperkuat untuk memacu inovasi, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang investasi yang memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurut Agus, Indonesia dan Tajikistan memiliki potensi yang saling melengkapi. Indonesia sebagai pusat industri di Asia Tenggara unggul di sektor otomotif, elektronik, tekstil, dan industri pengolahan. 

Sementara Tajikistan fokus pada pengembangan industri mineral, aluminium, tekstil, dan teknologi baru. 

Potensi ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Baru Tajikistan, Aziz Nazar, di Xiamen, China.

Indonesia memandang Tajikistan sebagai mitra strategis untuk memperluas jangkauan produk manufaktur nasional ke kawasan Commonwealth of Independent States (CIS). 

Nilai perdagangan kedua negara terus meningkat, dari 1,7 juta dolar AS pada 2021 menjadi 1,9 juta dolar AS pada 2025. Tri Supondy menegaskan bahwa penguatan hubungan ini adalah strategi membangun konektivitas industri yang lebih luas. 

“Kami terus meningkatkan peluang terciptanya kemitraan yang saling menguntungkan melalui perluasan jejaring industri, peningkatan investasi, serta pengembangan kerja sama yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar dia.

Kedua negara juga membahas tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) bidang industri, dengan fokus kolaborasi pada pengembangan rantai pasok mineral kritis, industri farmasi dan alat kesehatan, serta ekosistem industri halal. 

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum memperkenalkan partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM International Industrial Exhibition 2026 di Rusia mendatang, guna memperluas promosi produk manufaktur nasional di pasar Eurasia.

Terkini