Atasi Oversupply, SMGR Pacu Ekspor Semen ke Amerika Serikat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:37:32 WIB
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) kini semakin gencar melebarkan sayap ke kancah global dengan memaksimalkan operasional dermaga serta fasilitas produksi khusus ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Sarana yang memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun tersebut merupakan langkah taktis SIG dalam memperkuat penetrasi ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat, guna menyiasati tantangan kelebihan pasokan (oversupply) dalam industri semen di dalam negeri.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menuturkan bahwa fasilitas ekspor di Tuban bakal menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

"Melalui fasilitas ini, SIG menargetkan ekspor sebesar 450.000 metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Upaya ekspansi tersebut dilaksanakan melalui kemitraan strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB), dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation. Kolaborasi ini diproyeksikan mampu memperkokoh posisi SIG dalam rantai pasok material bangunan global.

Indrieffouny menegaskan bahwa transformasi SIG tidak sekadar tertuju pada penguatan pasar domestik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi penjualan luar negeri guna mengoptimalkan pemanfaatan pabrik sekaligus membuka peluang bisnis jangka panjang.

Di sisi lain, Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, memandang peresmian fasilitas ekspor ini sebagai titik awal tantangan baru bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan mutu serta efisiensi operasional secara berkelanjutan.

"Menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. Setelah itu, aspek efisiensi juga harus terus diperkuat agar semakin kompetitif dan membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas," ujar Sigit.

Sepanjang kuartal I/2026, volume penjualan SIG meningkat 1,7% secara tahunan (year-on-year) menjadi 8,71 juta ton dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2025 sebanyak 8,57 juta ton.

Kenaikan tersebut didorong oleh penjualan domestik yang tumbuh 5,4% secara tahunan, terutama disokong oleh segmen semen kantong yang melonjak signifikan sebesar 11% secara tahunan. 

Pencapaian tersebut bahkan melampaui pertumbuhan permintaan semen kantong nasional yang berada di level 7,0%, sementara penjualan regional tercatat mengalami kontraksi sebesar 8% secara tahunan.

Adapun pendapatan perusahaan pada kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp8,29 triliun, dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp80 miliar.

Terkini