Phapros Kembali Cetak Laba, Siap Bagikan Dividen Rp4,12 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:35:02 WIB
PT Phapros Tbk. (PEHA). (Foto: NET)

JAKARTA – Usai terlepas dari jeratan kerugian yang sempat membayangi, emiten farmasi bagian dari Grup Biofarma, PT Phapros Tbk. (PEHA), menetapkan kebijakan untuk menyalurkan dividen dari keuntungan yang diraih pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, Phapros sukses mencatatkan laba sebesar Rp27,4 miliar, sebuah pencapaian yang membalikkan posisi dari kerugian senilai Rp290,6 miliar pada periode yang sama di tahun 2024. 

Hasil positif tersebut diraih Phapros setelah perusahaan berhasil merealisasikan pertumbuhan penjualan dua digit serta menjalankan langkah-langkah efisiensi operasional secara intensif.

”Atas capaian tersebut, salah satu hasil RUPS tahunan buku 2025 menyepakati pembagian dividen tunai kepada pemegang saham di mana dividen payout ratio sebesar 15% atau Rp4,12 miliar dari laba bersih,” ungkapnya dalam sesi paparan publik Phapros, Kamis (11/6/2026).

Mengacu pada data Investing.com, aksi pembagian dividen terakhir kali dilakukan oleh Phapros pada 2023 dengan nilai Rp13,37 per saham. Di luar itu, kondisi kerugian sempat menghambat perusahaan untuk melakukan pembagian laba. 

Selain dividen, sebagian besar laba dialokasikan untuk kebutuhan laba ditahan (retained earnings) seperti belanja modal (Capex).

”Dan untuk keputusan tersebut, memang ada 85% yang akan dialokasikan untuk keberlanjutan profitabilitas ke depan untuk pecadangan. Tadi telah disebutkan juga bahwa kami juga masih memerlukan dana untuk capex atas kebutuhan pemenuhan compliance bagi industri farmasi yang highly regulated,” tambahnya.

Berdasarkan laporan resmi perusahaan, Phapros berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp28,03 miliar sepanjang periode Januari—Desember 2025, kontras dengan kerugian senilai Rp285,06 miliar pada tahun 2024. 

Dari sisi pendapatan, kinerja impresif ini dipicu oleh kenaikan penjualan sebesar 26,34% secara tahunan (YoY) menjadi Rp940,88 miliar pada 2025, dibandingkan Rp744,69 miliar pada tahun 2024.

Peningkatan penjualan ini merata di seluruh lini produk. Segmen obat bebas tanpa resep melonjak 43,20% (YoY), segmen obat generik berlogo tumbuh 13,59% (YoY), serta segmen obat ethical mengalami kenaikan sebesar 54,94% (YoY).

Terkini