SMI Incar Dana Rp2,5 Triliun dari Obligasi dan Sukuk pada 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:24:01 WIB
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI tengah bersiap menggalang dana sebesar Rp2,5 triliun lewat penerbitan instrumen obligasi dan sukuk pada tahun 2026. Dana tersebut nantinya bakal dimanfaatkan guna memperkuat pendanaan proyek infrastruktur serta pembiayaan berbasis syariah di Indonesia.

Secara rinci, perseroan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 dengan plafon maksimal Rp2 triliun, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2026 senilai maksimal Rp500 miliar.

Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan Harian Bisnis Indonesia pada Jumat (12/6/2026), masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung sepanjang 12—22 Juni 2026. Selanjutnya, surat utang tersebut direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026.

Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V dengan target perolehan dana hingga Rp20 triliun, serta program Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV dengan target Rp8 triliun. 

Pada tahap awal tahun ini, SMI membidik perolehan Rp2 triliun dari obligasi dan Rp500 miliar dari sukuk.

Dana dari penerbitan obligasi bakal digunakan untuk mendukung kegiatan pembiayaan infrastruktur. Sementara itu, dana dari sukuk akan dialokasikan untuk pembiayaan syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS) perseroan sesuai prinsip syariah di pasar modal.

Dari sisi kualitas kredit, surat utang tersebut meraih peringkat tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi SMI memperoleh peringkat idAAA (Triple A), sementara Sukuk Mudharabah meraih peringkat idAAA(sy) atau Triple A Syariah. 

Peringkat itu mencerminkan kemampuan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang. SMI juga menegaskan seluruh obligasi dan sukuk yang diterbitkan dalam penawaran umum ini akan dicatatkan di BEI serta dijamin dengan skema full commitment oleh sindikasi penjamin emisi.

Secara fundamental, SMI tetap memiliki posisi keuangan yang solid. Hingga 31 Desember 2025, perseroan mencatatkan total aset yang terus tumbuh dalam lima tahun terakhir dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 3,8%. 

Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan portofolio pinjaman yang mencapai Rp94,5 triliun per akhir 2025.

Pada periode yang sama, total liabilitas SMI tercatat sebesar Rp74,91 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp46,40 triliun. Perseroan turut mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) neto yang rendah, yakni di angka 0,45%. 

Adapun total pendapatan bersih SMI pada 2025 mencapai Rp8,72 triliun dengan laba bersih sebesar Rp2,88 triliun.

Terkini