Gandeng Pegadaian, KSEI Hadirkan Produk ETF Emas Tahun Ini

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:44:01 WIB
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama PT Pegadaian telah menandai awal penerapan electronic gold receipt (EGR) serta exchange traded fund (ETF) emas di pasar modal Indonesia pada semester II 2026 melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). 

Selain itu, kolaborasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai pemegang rekening KSEI.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Jumat, menyatakan bahwa KSEI berkomitmen penuh mendukung kemajuan pasar modal nasional, baik melalui pengembangan infrastruktur maupun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. 

Ia menambahkan, masuknya Pegadaian menjadi pemegang rekening KSEI merupakan langkah krusial dalam menyambut kehadiran EGR dan ETF emas, yang bertujuan memperluas ragam produk investasi di pasar modal tanah air.

"Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat, dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI," ujar Samsul.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengungkapkan bahwa kemitraan ini merupakan respons konkret untuk mendukung penguatan ekosistem bullion bank di Indonesia melalui inovasi investasi ETF emas.

"Meskipun instrumen keuangan berbasis emas ini tergolong baru di tanah air, skema serupa telah berkembang pesat dan terbukti maju di bursa global, salah satunya di Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan diri sebagai pemegang porsi ETF emas terbesar di dunia," ujar Selfie.

Ia menjelaskan bahwa melalui ETF emas domestik, investor kini memiliki instrumen alternatif untuk berinvestasi emas secara aman, mudah, dan langsung lewat mekanisme perdagangan di bursa efek, layaknya bertransaksi saham. 

Sinergi ini juga dinilai strategis dalam memperkuat tata kelola pencatatan aset investasi sekaligus menyiapkan infrastruktur kokoh agar ekosistem bullion Indonesia mampu bersaing di pasar modal global.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran kami sebagai penyedia dan penyimpan emas terpercaya, memberikan jaminan transparansi penuh bagi para investor bahwa setiap gram emas digital yang mereka transaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas kami," ujar Selfie.

Sebagai informasi, OJK telah memberikan persetujuan kepada PT Pegadaian untuk menjadi pemegang rekening KSEI pada 27 April 2026. Persetujuan ini menjadi landasan formal bagi pembentukan infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian EGR yang mendasari produk investasi ETF emas di Indonesia. 

Dengan status tersebut, Pegadaian berwenang mencatat EGR langsung ke dalam sistem C-BEST milik KSEI.

EGR sendiri merupakan bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik, di mana pengelolaannya dilakukan oleh PT Pegadaian selaku institusi penyimpan yang telah mengantongi izin usaha bullion dari OJK. 

Transformasi EGR menjadi efek yang dapat diperdagangkan ini merupakan langkah modernisasi ekosistem investasi emas. 

Bergabungnya Pegadaian menambah jumlah pemegang rekening KSEI menjadi 124, yang diharapkan dapat mendorong pendalaman pasar modal serta meningkatkan likuiditas nasional.

Ke depannya, KSEI akan terus meningkatkan kapasitas sistem digitalnya agar infrastruktur tetap andal dalam mengakomodasi dinamika pasar. 

Di sisi lain, Pegadaian sebagai bullion bank memiliki peluang untuk mengoptimalkan perannya melalui aktivitas pinjam meminjam efek, yang tidak hanya mendukung ETF emas, tetapi juga meningkatkan efisiensi transaksi. 

Selain itu, produk ETF emas nantinya dapat dijadikan agunan melalui fitur Pegadaian Gadai Efek yang telah melayani investor sejak 2019, memungkinkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek tanpa harus melepas portofolio investasi mereka.

Terkini