Sistem ERP Baru dari OJK dan ILO Perkuat Akses Modal Peternak

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:21:31 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso. (Foto: NET)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) guna memperluas akses pembiayaan formal bagi peternak sapi perah.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/6/2026), mengungkapkan bahwa peternak sering kali terkendala dalam memperoleh akses pembiayaan formal.

Tantangan utama yang dihadapi meliputi asimetri informasi, seperti minimnya data yang valid, profil usaha yang tidak transparan, ketidakpastian kapasitas produksi, serta kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasi dengan rapi.

Guna mengatasi hal tersebut, OJK dan ILO menciptakan program digitalisasi ekosistem sapi perah yang bertumpu pada dua pilar utama, yaitu memperkuat ekosistem usaha yang berkelanjutan serta membangun infrastruktur digital yang mumpuni.

Adi menerangkan bahwa sistem ERP memfasilitasi pendokumentasian data operasional, produksi, dan keuangan koperasi secara lebih sistematis serta real-time. Dengan demikian, sistem ini mampu menyajikan gambaran yang lebih presisi mengenai kualitas usaha, kapasitas produksi, dan kondisi finansial peternak.

Selain itu, sistem ERP dihubungkan dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) untuk menghubungkan peternak dengan ekosistem jasa keuangan formal.

“Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif,” ujar Adi.

Inisiatif pengembangan sistem ini merupakan wujud kolaborasi antara OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity dan ILO dalam kerangka program PROMISE 2 IMPACT.

Saat ini, sistem ERP telah diterapkan pada tiga koperasi sapi perah utama di Jawa Timur, yaitu Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan (KPSP Setia Kawan), dan KPUD Tani Wilis, dengan total anggota mencapai 10.000 orang.

Lebih lanjut, OJK bersama para pemangku kepentingan sedang merencanakan perluasan implementasi program ini di seluruh wilayah Jawa Timur. Keberhasilan pada tiga koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi model yang mampu direplikasi pada berbagai sektor serta daerah lainnya di Indonesia.

Terkini