JAKARTA – Pelaku industri aset kripto secara konsisten memperkuat literasi masyarakat demi meningkatkan jumlah investor di sektor tersebut, seiring dengan pesatnya pertumbuhan pasar aset kripto nasional.
CEO Indodax, William Sutanto, menegaskan bahwa edukasi merupakan elemen krusial dalam mendukung perkembangan industri aset digital yang kian meluas di Indonesia.
"Pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa jumlah investor aset kripto nasional per April 2026 telah menyentuh angka 21,7 juta pengguna.
Angka ini mencatatkan pertumbuhan lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 14,16 juta investor.
Menurut William, fenomena ini menunjukkan tren positif bagi industri aset kripto di Indonesia. Hal ini memacu para pelaku industri di Tanah Air untuk semakin giat dalam meningkatkan literasi serta mendorong pertumbuhan pasar aset kripto nasional.
Ia menyatakan bahwa perkembangan industri aset kripto Indonesia mengindikasikan bahwa aset digital kini semakin diterima sebagai elemen penting dalam ekosistem keuangan modern.
Namun, pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan kolaborasi yang kokoh antara pelaku industri, regulator, komunitas, dan masyarakat.
"Kami akan terus menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan sesuai regulasi, sekaligus memperluas berbagai program edukasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memahami aset kripto dan teknologi blockchain secara lebih bijak," katanya.
Melalui beragam program edukasi yang menyasar mahasiswa, komunitas, hingga pelaku usaha, pihak Indodax terus berupaya mendorong pemahaman masyarakat mengenai aset kripto dan teknologi blockchain sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi atas upaya tersebut, Indodax berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Anugerah Ksatria CFX 2026 yang diselenggarakan oleh PT Central Finansial X (CFX) pada rangkaian CFX Crypto Conference 2026, Senin (8/6) lalu.
Penghargaan pertama, yaitu Arjuna Awards-Komitmen Literasi & Edukasi, diberikan kepada anggota bursa yang dinilai berkomitmen, aktif, serta konsisten dalam memajukan literasi dan edukasi aset kripto kepada masyarakat.
Penghargaan kedua adalah Bima Awards-Pencapaian Tertinggi dalam Menumbuhkan Pasar Aset Kripto, yang diberikan kepada anggota bursa dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan pasar aset kripto nasional.
"Penghargaan di bidang edukasi memiliki makna yang sangat penting bagi kami. Industri aset kripto dapat tumbuh secara sehat apabila masyarakat memahami manfaat, risiko, serta cara berinvestasi yang bertanggung jawab," ujar William.
Ke depan, ia menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi, inovasi, dan tata kelola yang baik demi mendukung terciptanya ekosistem aset digital Indonesia yang lebih matang serta memiliki daya saing global.