Waktu Terbaik Mengonsumsi Kolagen agar Hasilnya Maksimal

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:06:31 WIB
Ilustrasi - Seseorang yang mengkonsumsi Kolagen. (Foto: NET)

JAKARTA - Kolagen kini menjadi komponen kunci untuk memelihara kebugaran serta kecantikan. Tersedia dalam beragam bentuk, mulai dari campuran minuman sehat sampai suplemen pasca-olahraga, protein multifungsi ini populer karena manfaatnya dalam menjaga kulit tampak awet muda, memperkuat tulang, serta memastikan kesehatan sendi. 

Namun, demi hasil yang efektif, kapan jadwal terbaik untuk mengonsumsinya?

"Jika kamu bertujuan untuk meningkatkan elastisitas kulit atau mendukung kesehatan usus, mengonsumsi kolagen di pagi hari dapat membantu memaksimalkan manfaat dan penyerapannya," terang ahli diet Diana Nguyen menyadur Eating Well, Kamis (11/6/2026).

Menentukan waktu konsumsi dapat disesuaikan dengan target kesehatan. Selain pagi hari untuk kulit, meminum kolagen sebelum tidur juga bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tidur serta fungsi otak. 

Bagi yang memfokuskan diri pada otot, disarankan untuk mengonsumsinya satu jam sebelum atau sesudah latihan beban guna memperbaiki komposisi tubuh dan mencegah penyusutan otot karena faktor usia. 

Sementara untuk perbaikan otot dan sendi, konsumsi malam hari disarankan mengingat tubuh melakukan proses regenerasi alami saat tidur. Yang utama, konsistensi harian jauh lebih penting dibanding sekadar pemilihan waktu.

Dari berbagai jenis yang beredar, tipe I, II, dan III merupakan yang paling populer. Tipe I mencakup 90 persen kolagen dalam tubuh manusia yang menjaga kekencangan kulit, struktur jaringan ikat, rambut, kuku, serta tulang. 

Tipe II berperan menjaga kelenturan sendi, sedangkan tipe III bekerja bersama tipe I dalam penyembuhan serta menjaga elastisitas kulit, pembuluh darah, dan otot. Suplemen ini umumnya berasal dari ekstrak kulit atau tulang sapi, babi, ikan, maupun membran telur, dalam bentuk bubuk atau cair.

Khasiat suplemen ini memerlukan dukungan asupan vitamin C, tembaga, dan seng. Ahli diet Ayat Sleymann menambahkan bahwa bentuk kolagen berpengaruh, di mana varian terhidrolisis lebih disarankan karena lebih mudah dicerna. 

"Untuk kesehatan secara umum, targetkan 2,5 hingga 10 gram per hari. Untuk kulit dan rambut, 5 hingga 10 gram per hari. Dan untuk kesehatan sendi, 10 hingga 15 gram per hari," ujar Nguyen.

Di sisi lain, perlu diwaspadai hal yang menghambat penyerapan seperti kondisi asam lambung rendah. 

"Obat-obatan seperti penghambat pompa proton (PPIs), yang sering digunakan untuk refluks asam, dapat menurunkan kadar asam lambung dan memengaruhi pencernaan protein," ungkap Sleymann. 

Selain itu, gaya hidup seperti merokok, konsumsi gula berlebih, alkohol, serta paparan sinar matahari dapat merusak cadangan kolagen alami.

Kolagen relatif aman, namun sebagian individu mungkin merasakan gangguan pencernaan ringan. Jika memiliki riwayat alergi, sumber bahan baku harus diperhatikan. 

"Individu dengan alergi ikan harus menghindari kolagen laut, dan individu dengan alergi telur harus menghindari produk kolagen yang terbuat dari membran cangkang telur," tutur Nguyen. 

Terakhir, bagi individu dengan riwayat masalah ginjal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter karena asupan protein yang berlebihan berisiko membebani fungsi ginjal.

Terkini