HOPE Siapkan Rp317 Miliar Akuisisi Saham Tambang Meranti Mayoritas

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:31:35 WIB
HOPE Siapkan Rp317 Miliar Akuisisi Saham Tambang Meranti Mayoritas

JAKARTA - Aktivitas ekspansi melalui akuisisi atau peningkatan kepemilikan saham menjadi strategi yang cukup umum dilakukan oleh perusahaan terbuka. 

Langkah ini biasanya bertujuan memperkuat posisi bisnis, memperluas lini usaha, hingga meningkatkan potensi pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.

Di pasar modal Indonesia, aksi korporasi seperti ini kerap menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek bisnis perusahaan ke depan. 

Salah satu emiten yang tengah menyiapkan langkah ekspansi tersebut adalah PT Harapan Duta Pertiwi Tbk dengan kode saham HOPE.

Perusahaan ini berencana meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera. Rencana tersebut membuat HOPE harus menyiapkan dana yang cukup besar untuk mengakuisisi hampir seluruh saham perusahaan tambang tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk memperkuat posisinya di sektor yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan.

Rencana Peningkatan Kepemilikan Saham Tambang Meranti

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera. Emiten berkode saham HOPE ini berencana menambah kepemilikan saham dari sebelumnya memiliki 4,3% saham Tambang Meranti menjadi 99%.

Adapun mekanisme yang akan dilakukan HOPE untuk menambah saham Tambang Meranti adalah dengan mengambil saham baru dan membeli saham dari pemilik lama.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, HOPE menjelaskan bahwa Tambang Meranti akan mengeluarkan saham baru sehingga HOPE akan memiliki saham Tambang Meranti sebanyak 21,57% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pengeluaran saham baru.

Selain itu, HOPE juga akan membeli saham TMMS dari pemegang saham lama sehingga kepemilikan sahamnya meningkat hingga 99%.

“Transaksi ini merupakan transaksi material yang memerlukan persetujuan RUPS karena nilainya lebih dari 50% dari ekuitas perusahaan, 20% dari total aset perusahaan dan pendapatan TMMS lebih dari 20% penjualan HOPE,” papar manajemen.

Transaksi Afiliasi Dalam Akuisisi Saham

Menurut perusahaan, transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi karena memiliki dua atau lebih anggota direksi, pengurus, dewan komisaris atau pengawas yang sama.

Beberapa pengurus yang tercatat memiliki kesamaan antara kedua perusahaan di antaranya Kevin Jong, Herryan Syahputra, Wimba Prambada dan Rino Yosiaki Manangkalangi.

Tidak hanya itu, HOPE dan TMMS juga dikendalikan oleh pihak yang sama yaitu Kevin Jong. Kondisi ini membuat transaksi tersebut masuk dalam kategori transaksi afiliasi yang memerlukan transparansi serta persetujuan pemegang saham.

Karena termasuk transaksi material dan afiliasi, perusahaan wajib mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham sebelum rencana tersebut dapat direalisasikan.

Proses ini merupakan bagian dari ketentuan yang berlaku di pasar modal untuk memastikan transparansi dan perlindungan terhadap kepentingan investor.

Kebutuhan Dana Untuk Akuisisi Saham TMMS

Manajemen HOPE memaparkan bahwa untuk mengambil saham baru dari TMMS sebanyak 1 juta saham atau mewakili 18,05%, HOPE harus mengeluarkan dana sebesar Rp60 miliar.

Dengan nilai tersebut, setiap saham TMMS dihargai Rp60 per saham.

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru tersebut akan digunakan oleh TMMS untuk membeli 30 unit dump truck 10 roda dengan kapasitas 20 ton.

Peralatan tersebut akan dibeli dari perusahaan dengan harga masing-masing Rp1,7 miliar. Total dana yang dibutuhkan untuk rencana pembelian ini mencapai Rp51 miliar.

Sementara itu, sisa dana dari penerbitan saham sebesar Rp9 miliar atau sekitar 15% akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

Selain membeli saham baru, HOPE juga akan membeli sebanyak 4.290.318.296 saham dari pemegang saham lama dengan harga Rp60 per saham.

Dengan transaksi tersebut, total dana yang dibutuhkan HOPE untuk membeli saham dari pemegang saham lama mencapai Rp257,42 miliar.

Jika seluruh kebutuhan tersebut digabungkan, maka total dana yang harus disiapkan oleh HOPE untuk menguasai mayoritas saham TMMS mencapai Rp317,42 miliar.

Strategi Integrasi Bisnis Di Sektor Pertambangan

Bagi HOPE, TMMS dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan bisnis perusahaan.

Perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha di bidang kontraktor tambang dan penyewaan alat berat, perusahaan pertambangan, perdagangan komoditas, serta jasa stevedoring dan penyedia jetty.

Sementara itu, HOPE sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan karoseri pada kendaraan truk dan kendaraan komersial.

Dengan mengakuisisi TMMS, HOPE berharap dapat mengerjakan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan usaha pertambangan secara terintegrasi.

Perusahaan menargetkan konsep bisnis one stop solution dalam sektor pertambangan. Melalui konsep ini, HOPE dapat menyediakan berbagai layanan mulai dari pengupasan dan pemindahan lapisan penutup atau overburden, penggalian, pengangkutan, hingga persiapan infrastruktur tambang.

Selain itu, perusahaan juga dapat terlibat dalam proses reklamasi area bekas tambang.

Untuk mendukung rencana bisnis tersebut, HOPE akan menggunakan beberapa sumber pendanaan. Perusahaan akan memanfaatkan dana kas sebesar Rp4,68 miliar.

Selain itu, HOPE juga akan mengubah penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO sebesar Rp55,32 miliar serta dana dari rights issue sebesar Rp257,42 miliar.

HOPE berasumsi akan menerbitkan 2.130.360.203 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp125 per saham.

Rights issue tersebut akan dilakukan dengan rasio 1:1. Artinya, setiap pemegang satu saham lama berhak membeli satu saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan.

Terkait rencana aksi korporasi ini, HOPE akan menggelar rapat umum pemegang saham pada Jumat, 24 April 2026 pukul 15.30 WIB di Hotel Fraser Setiabudi Jakarta.

Sementara itu, pada Selasa harga saham HOPE ditutup pada level Rp228 per saham. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 12,87% dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.

Terkini