JAKARTA - PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA), produsen keramik ternama Indonesia, telah mengumumkan rencana untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham di pasar.
Langkah ini dilakukan dengan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp100 miliar yang akan dialokasikan dari kas internal perusahaan.
Program buyback ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga saham ARNA serta memperkuat kepercayaan pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
Menurut Corporate Secretary ARNA, Rudy Sujanto, pembelian saham di bursa secara langsung bertujuan untuk menciptakan kestabilan harga saham, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perusahaan dan para investor.
“Dengan melakukan pembelian kembali saham, harga saham yang lebih stabil akan memberikan nilai tambah dan memperkuat kepercayaan bagi para pemegang saham dan pihak lain yang berkontribusi pada perusahaan,” ujar Rudy.
Rencana Buyback Saham di Pasar dengan Pengawasan Ketat
Sesuai jadwal yang telah diumumkan, pemberitahuan terkait agenda ini telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui laporan pada 23 Februari 2026. Selain itu, pengumuman keterbukaan informasi juga telah dipublikasikan melalui situs web Bursa Efek Indonesia (BEI) serta situs resmi perusahaan pada 2 Maret 2026.
Setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pelaksanaan buyback saham ARNA direncanakan akan berlangsung selama satu tahun penuh, yakni dari 9 April 2026 hingga 9 April 2027.
Dalam aksi ini, ARNA mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar yang sepenuhnya bersumber dari kas internal. Pembelian kembali saham ini akan dilakukan dengan mempertimbangkan harga saham yang berlaku di pasar, dengan ketentuan bahwa harga pembelian tidak akan melebihi harga transaksi sebelumnya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Proses transaksi buyback ini akan dilakukan melalui BEI, dengan PT RHB Sekuritas Indonesia bertindak sebagai anggota bursa pelaksana.
Tujuan Program Buyback untuk Stabilkan Kepercayaan Pasar
Program buyback saham ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memberikan sinyal positif kepada pasar mengenai kestabilan kinerja ARNA.
Pembelian saham kembali ini diharapkan dapat membantu saham perusahaan bergerak menuju nilai yang lebih wajar, yang mencerminkan kinerja keuangan yang solid selama ini.
Manajemen ARNA berharap bahwa dengan aksi buyback ini, harga saham perusahaan akan lebih mencerminkan pencapaian kinerja yang baik dan stabilitas operasional perusahaan.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan di mata investor, serta menjaga rasa percaya diri pemegang saham terhadap prospek masa depan ARNA.
Dampak Buyback Terhadap Kinerja Keuangan dan EPS
Dari sisi keuangan, ARNA mengungkapkan bahwa dampak dari program buyback terhadap total aset perusahaan cukup minim. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, total aset ARNA diperkirakan akan turun dari Rp2,88 triliun menjadi Rp2,78 triliun setelah memperhitungkan nilai buyback maksimal Rp100 miliar.
Sementara itu, total ekuitas perseroan diproyeksikan turun dari Rp1,93 triliun menjadi Rp1,83 triliun setelah aksi buyback dilakukan.
Namun, langkah ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap laba bersih per saham (EPS) perusahaan. Berdasarkan proyeksi, EPS ARNA akan meningkat dari Rp56,97 menjadi Rp58,35 per saham.
Peningkatan ini disebabkan oleh pengurangan jumlah saham yang beredar, yang akan meningkatkan rasio laba bersih terhadap jumlah saham yang ada.
Proyeksi Positif Terhadap Kepercayaan dan Harga Saham
Rudy Sujanto menambahkan bahwa stabilitas harga saham yang tercipta melalui aksi buyback ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih baik mengenai kinerja keuangan perusahaan. Hal ini juga dapat berkontribusi pada pergerakan harga saham yang lebih realistis dan mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang solid.
ARNA berharap bahwa program buyback ini tidak hanya berdampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan kepercayaan jangka panjang yang bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan.
Dengan rencana buyback saham yang tengah dilaksanakan, ARNA berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan investor serta menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki kinerja yang kokoh dan siap menghadapi tantangan pasar ke depan.
Program ini juga menjadi langkah yang penting dalam meningkatkan likuiditas saham serta menarik perhatian lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam perkembangan saham ARNA.