Stimulus Ekonomi Ramadan 2026 Cair 90 Persen Termasuk Sumatera

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:14:49 WIB
Stimulus Ekonomi Ramadan 2026 Cair 90 Persen Termasuk Sumatera

JAKARTA - Memasuki awal Ramadan 2026, pemerintah memastikan bantuan sosial reguler telah tersalurkan secara masif kepada masyarakat. 

Realisasi yang telah menembus 90 persen secara nasional menjadi bagian dari langkah menjaga daya beli sekaligus memperkuat perlindungan sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebencanaan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan. Hingga awal Ramadan ini tercatat realisasi penyaluran bansos reguler telah mencapai 90 persen secara nasional.

“Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang lebih dari 90 persen secara nasional untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako,” ujar Gus Ipul.

Program tersebut mencakup dukungan bagi keluarga prasejahtera melalui skema bantuan tunai bersyarat dan bantuan pangan. Pemerintah memastikan distribusi dilakukan bertahap dengan pengawasan agar tepat sasaran.

Langkah percepatan ini juga menjadi bagian dari stimulus sosial selama Ramadan guna menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga.

Perhatian Khusus untuk Wilayah Sumatera

Untuk mendukung proses pemulihan dan stimulus ekonomi di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kemensos telah menyalurkan bansos PKH dan sembako kepada 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai Rp1,8 triliun.

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif atau bansos kebencanaan di tiga provinsi tersebut. Bantuan tersebut meliputi dukungan logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (Jadup), serta bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.

Rinciannya, santunan ahli waris bagi korban yang meninggal dunia telah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan nilai lebih dari Rp14 miliar.

“Dan ini terus, setiap ada surat, setelah diketemukan ahli warisnya, langsung kita salurkan untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” katanya.

Penyaluran dilakukan secara berkelanjutan seiring proses verifikasi data ahli waris dan administrasi di lapangan.

Jaminan Hidup dan Bantuan Isian Rumah

Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra, Kemensos menyalurkan bantuan jaminan hidup yang ditujukan bagi 175.211 penerima manfaat senilai Rp450 ribu per orang selama tiga bulan.

“Nilainya Rp238 miliar lebih, ini sudah mulai proses salur karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Lalu kita mulai salurkan secara bertahap melalui PT Pos maupun juga BSI,” ujar Gus Ipul.

Selain itu, bantuan isian rumah telah disalurkan kepada 47 ribu lebih KPM dengan nilai lebih dari Rp143 miliar. Setiap keluarga menerima bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta.

“Kemudian, santunan isian rumah baik huntara atau hunian tetap maupun juga tentu yang menyewa atau mengikuti program terima bantuan dana tunggu hunian,” ucapnya.

Bantuan ini ditujukan untuk memastikan keluarga terdampak dapat kembali menata kehidupan dengan fasilitas dasar yang memadai.

Stimulus Sosial Ekonomi Tahap Pertama

Dalam rangka stimulus sosial ekonomi, Kemensos juga sedang menyalurkan bantuan kepada 47 ribu lebih KPM dengan nilai lebih dari Rp238 miliar. Setiap keluarga menerima bantuan stimulan sosial ekonomi rumah sebesar Rp5 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan usaha kecil dan aktivitas ekonomi keluarga pascabencana, sehingga masyarakat tidak hanya bertahan tetapi juga mampu bangkit.

“Secara keseluruhan bansos adaptif yang kita salurkan pada tahap pertama ini mencapai Rp632,8 miliar. Jadi ini untuk tahap pertama bansos adaptif di tiga provinsi,” ujarnya.

Total penyaluran bansos reguler dan adaptif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan sosial selama Ramadan sekaligus mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak bencana.

Dengan capaian realisasi lebih dari 90 persen secara nasional, pemerintah optimistis bantuan dapat memberikan dampak langsung bagi jutaan keluarga penerima manfaat, khususnya di wilayah Sumatera yang sedang menjalani proses pemulihan.

Terkini