Lini Reasuransi Umum Masih Dominasi Portofolio Indonesia Re 2025

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:00:56 WIB
Lini Reasuransi Umum Masih Dominasi Portofolio Indonesia Re 2025

JAKARTA - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Re, tetap mempertahankan dominasi lini reasuransi umum dalam portofolio bisnis mereka sepanjang 2025.

 Meskipun terdapat tantangan dalam hal penurunan premi dan meningkatnya klaim, lini reasuransi umum masih menyumbang sekitar 67% dari total portofolio perusahaan. 

Sementara itu, reasuransi jiwa berkontribusi sekitar 33%, sebuah komposisi yang tercatat stabil meski menghadapi dinamika pasar yang cukup menantang.

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menyebutkan bahwa secara keseluruhan komposisi ini relatif konsisten dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

"Secara komposisi relatif stabil. Umum sekitar 67% dan jiwa 33%," ujar Delil.

Meskipun demikian, keduanya mengalami penurunan premi pada 2025, yang menjadi tantangan utama dalam menjaga kestabilan kinerja Indonesia Re.

Penurunan Premi di Lini Reasuransi Umum

Penerimaan premi Indonesia Re di akhir 2025 tercatat mengalami penurunan. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, premi bruto Indonesia Re tercatat sebesar Rp 4,57 triliun pada Desember 2025. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat mencapai Rp 5,07 triliun. 

Delil Khairat menjelaskan bahwa penurunan premi ini terutama terjadi di lini reasuransi umum, yang tidak mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan pada lini reasuransi jiwa.

Salah satu alasan dari penurunan premi ini adalah perubahan dalam cara perusahaan asuransi mengelola risiko mereka. Asuransi cenderung menahan risiko dengan kualitas yang lebih baik dan hanya memilih sebagian risiko untuk direasuransikan. Dengan demikian, meskipun terjadi perubahan premi di sektor asuransi, dampaknya tidak langsung tercermin dalam bisnis reasuransi. 

Hal ini menyebabkan adanya penurunan yang lebih tajam pada premi reasuransi umum, yang pada akhirnya memengaruhi total pendapatan premi Indonesia Re.

Tantangan Klaim Bencana Alam dan Risiko Besar

Selain penurunan premi, tahun 2025 juga dihiasi dengan peningkatan klaim yang signifikan, yang berimbas pada hasil underwriting Indonesia Re.

 Klaim ini terutama datang dari beberapa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun, serta klaim dari akun besar yang cukup besar volumenya. Meski demikian, Indonesia Re tetap mencatatkan hasil underwriting positif meskipun ada tekanan yang cukup besar dari klaim-klaim tersebut.

Tantangan bencana alam yang meningkat menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan risiko dalam industri reasuransi. Bencana alam memang dapat memberikan dampak yang besar pada portofolio klaim reasuransi, dan hal ini menjadi perhatian utama bagi Indonesia Re dalam memitigasi potensi kerugian. Meskipun begitu, perusahaan tetap berhasil menjaga kinerja underwriting dengan hasil yang masih positif, meskipun tipis.

Prospek Indonesia Re dan Fokus pada Profitabilitas di 2026

Melihat ke depan, Indonesia Re menargetkan untuk mempertahankan premi yang relatif stabil pada 2026. Delil Khairat mengungkapkan bahwa fokus utama perusahaan di tahun depan adalah memperbaiki kualitas underwriting dan meningkatkan profitabilitas, terutama dalam menghadapi pasar yang masih sangat kompetitif dan memasuki fase soft market.

Selain itu, meskipun industri asuransi jiwa mengalami kontraksi pada 2025, Indonesia Re tetap optimistis dengan potensi pertumbuhan lini reasuransi umum. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa premi asuransi jiwa pada 2025 tercatat sebesar Rp 180,98 triliun, mengalami penurunan sebesar 3,81% secara tahunan. 

Namun, di sisi lain, premi asuransi umum dan reasuransi tercatat masih tumbuh sebesar 1,51% YoY, yang menunjukkan adanya daya tahan di sektor ini meskipun tantangan di pasar cukup besar.

Terkini