JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) melakukan aksi korporasi penting dengan menyuntikkan modal sebesar Rp54 miliar pada entitas anaknya, PT Adi Sarana Properti (ASP).
Melalui langkah ini, ASSA memperkuat posisinya di ASP, meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi lebih dari 51%.
Langkah ini sekaligus menandai perubahan signifikan dalam struktur permodalan ASP dan menjadi bagian dari strategi penguatan usaha di sektor properti.
Peningkatan Modal untuk Penguatan Usaha ASP
Penyuntikan dana sebesar Rp54 miliar ini dilakukan berdasarkan keputusan yang tercatat dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT Adi Sarana Properti, yang dibuat di hadapan notaris di Tangerang pada 11 Februari 2026. Sebelumnya, modal dasar ASP tercatat sebesar Rp40 miliar dengan modal yang ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp40 miliar.
Pada saat itu, ASSA memiliki sekitar 8.000 lembar saham atau setara dengan 20% kepemilikan di ASP, dengan nilai saham tersebut mencapai Rp8 miliar.
Setelah aksi korporasi tersebut, modal dasar ASP mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp200 miliar, sementara modal yang ditempatkan dan disetor menjadi Rp120 miliar.
Dengan tambahan modal Rp54 miliar yang disuntikkan oleh ASSA, kepemilikan perseroan di ASP meningkat tajam menjadi 62.000 lembar saham atau setara dengan 51,67%.
Hal ini menjadikan ASSA sebagai pemegang saham pengendali di ASP, yang semakin memperkuat kontrolnya atas anak usaha tersebut.
Tujuan Penyuntikan Modal: Penguatan Perusahaan Secara Keseluruhan
Jerry Fandy Tunjungan, Corporate Secretary ASSA, menjelaskan bahwa penyuntikan modal ini diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha ASP.
Dengan tambahan modal tersebut, diharapkan ASP dapat lebih berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Melalui penguatan struktur permodalan ini, diharapkan ASP dapat lebih maksimal dalam menjalankan operasionalnya, terutama di sektor properti yang penuh dengan tantangan kompetitif.
Selain itu, dengan menjadi pemegang saham mayoritas, ASSA kini memiliki kendali penuh atas ASP, memungkinkan mereka untuk menyusun strategi yang lebih terintegrasi dan efektif dalam mengelola kedua perusahaan ini.
Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat sinergi antara kedua entitas tersebut.
Transaksi Afiliasi dan Kepemilikan Saham yang Terhubung
Transaksi penyuntikan modal ini termasuk dalam kategori transaksi afiliasi, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.42/POJK.04/2020.
Sebagai informasi, ASP merupakan entitas anak langsung dari ASSA, yang berarti ada hubungan kepemilikan antara kedua perusahaan ini. Selain itu, terdapat pula kesamaan anggota manajemen di antara keduanya.
Beberapa tokoh penting di manajemen ASSA juga menjabat di ASP. Drs. Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati, misalnya, menjabat sebagai Presiden Direktur ASSA sekaligus Komisaris di ASP.
Sementara itu, Suherman menjabat sebagai Head of Accounting ASSA sekaligus Direktur di ASP, dan Chrystie Puspita Widjaja menjabat sebagai Head of Finance ASSA dan Presiden Direktur ASP.
Meskipun adanya hubungan kepemilikan dan kesamaan anggota manajemen, pihak manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan, sebagaimana yang dimaksud dalam POJK 42 Tahun 2020.
Oleh karena itu, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Transparansi dan Kepatuhan terhadap Regulasi
Adi Sarana Armada juga menekankan bahwa seluruh informasi terkait transaksi afiliasi ini telah diungkapkan dengan transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Penyuntikan modal ini dilakukan dengan persetujuan dari Dewan Komisaris dan Direksi, dan seluruh informasi material yang diperlukan telah disampaikan secara memadai kepada publik.
Manajemen memastikan bahwa tidak ada unsur penyesatan dalam laporan atau informasi yang diberikan, dan transaksi ini dilakukan sepenuhnya dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan ASP dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Dengan adanya keterbukaan ini, ASSA berharap dapat menjaga kepercayaan para pemegang saham dan pihak terkait lainnya, serta memastikan kelancaran operasional di masa depan.
Prospek Masa Depan dan Keuntungan dari Penyuntikan Modal
Dengan menjadi pemegang saham pengendali di ASP, ASSA diharapkan dapat lebih mudah melakukan pengelolaan dan perencanaan yang lebih terstruktur.
Penguatan struktur modal ini juga memberi ASSA keleluasaan dalam menentukan langkah-langkah strategis, baik dalam memperluas pasar maupun dalam melakukan ekspansi usaha di sektor properti yang semakin berkembang.
Melalui penyuntikan modal ini, ASSA berupaya untuk memaksimalkan potensi ASP, yang kini diharapkan akan semakin kuat dalam menghadapi kompetisi di pasar properti Indonesia.
Selain itu, dengan adanya pengelolaan yang lebih terintegrasi antara ASSA dan ASP, keduanya memiliki peluang besar untuk mencapai kinerja yang lebih optimal di masa depan.