Bank Sumut Targetkan Pertumbuhan Aset Tembus Rp100 Triliun 2030

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08:46 WIB
Bank Sumut Targetkan Pertumbuhan Aset Tembus Rp100 Triliun 2030

JAKARTA - PT Bank Sumut berencana untuk mencapai pencapaian besar dalam waktu dekat dengan menargetkan pertumbuhan aset yang signifikan hingga mencapai Rp100 triliun pada tahun 2030. 

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan pertama antara media dan jajaran Direksi serta Dewan Komisaris Bank Sumut yang baru, pada 11 Februari 2026.

Komisaris Utama Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara, menyebutkan bahwa target ini adalah bagian dari komitmen Bank Sumut untuk tumbuh lebih progresif dan berperan lebih besar dalam perekonomian regional dan nasional.

Dengan aset yang saat ini tercatat mencapai Rp48,6 triliun pada Desember 2025, target yang dipatok oleh Bank Sumut ini menunjukkan optimisme tinggi. 

Firsal menjelaskan bahwa, berdasarkan arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bank Sumut akan fokus untuk meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan potensi yang ada. 

Salah satu hal yang menjadi prioritas utama adalah menjaga keberlanjutan pertumbuhan dengan fokus pada kualitas dan pengelolaan yang lebih efisien.

Target Kinerja Keuangan yang Ambisius

Bersamaan dengan proyeksi pertumbuhan aset tersebut, Bank Sumut juga menetapkan target ambisius lainnya terkait kinerja keuangan. Di antaranya adalah meningkatnya return on equity (ROE) menjadi 20%, return on assets (ROA) sebesar 5%, dan menjaga rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di bawah 70% pada tahun 2030.

"Ini adalah target yang sangat menantang, namun kami yakin bahwa dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi, kami bisa mencapainya. Semua arahan ini merupakan tanggung jawab yang harus kami laksanakan secara profesional dan efektif," ujar Firsal. 

Kinerja keuangan yang lebih baik tentu diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Sumut di pasar perbankan, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi di Sumatera Utara dan Indonesia secara keseluruhan.

Firsal menegaskan bahwa pencapaian target-target tersebut tidak hanya bergantung pada faktor internal, tetapi juga kondisi makro ekonomi yang sedang berkembang, termasuk dampak dinamika global yang memengaruhi sektor keuangan. 

Oleh karena itu, Bank Sumut perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi dan tetap fleksibel dalam mengambil kebijakan.

Strategi Transformasi yang Fokus pada Keberlanjutan

Seiring dengan peningkatan target kinerja, Bank Sumut juga tengah menjalankan agenda transformasi menyeluruh untuk menyesuaikan diri dengan tantangan ekonomi global yang terus berkembang. 

Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyebutkan bahwa salah satu langkah utama yang sedang diimplementasikan adalah penyesuaian struktur organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional. Selain itu, penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Transformasi adalah keharusan. Kami harus berani berubah agar organisasi lebih lincah, mampu bertumbuh secara sehat, dan pada akhirnya berprestasi secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat,” ujar Heru. 

Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Bank Sumut dalam industri perbankan yang semakin kompetitif, sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian yang menjadi pondasi utama dalam operasi perbankan.

Heru juga menegaskan bahwa Bank Sumut berkomitmen untuk memperkuat peranannya dalam mendukung sektor-sektor produktif, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta program pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 Dalam hal ini, Bank Sumut akan lebih banyak menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif dibandingkan sektor konsumtif yang lebih dominan sebelumnya.

Peran Bank Sumut dalam Perekonomian Daerah dan Nasional

Bank Sumut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan internal, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Sebagai bagian dari sistem keuangan nasional, Bank Sumut berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan meningkatkan pembiayaan di sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Bank Sumut akan menjadi katalis bagi pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara dan sekitarnya. Kami berencana untuk lebih menggeser porsi pembiayaan ke sektor produktif, sehingga bisa memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian daerah,” lanjut Heru.

Selain itu, Heru juga menyoroti pentingnya pengelolaan risiko yang lebih baik dalam setiap keputusan bisnis yang diambil. Untuk memastikan bahwa pertumbuhan aset yang diinginkan tidak mengorbankan kualitas pembiayaan, Bank Sumut akan menerapkan prinsip kehati-hatian yang tinggi dalam setiap langkah yang diambil.

Langkah-Langkah Strategis untuk Mencapai Tujuan 2030

Untuk mencapai target aset Rp100 triliun pada tahun 2030, Bank Sumut akan menerapkan berbagai langkah strategis yang meliputi pengembangan produk dan layanan, transformasi digital, serta penguatan infrastruktur internal. 

Perusahaan juga akan berfokus pada peningkatan literasi keuangan di masyarakat agar lebih banyak orang yang teredukasi dan memahami pentingnya akses keuangan formal.

Selain itu, dengan penguatan SDM dan peningkatan kemampuan teknologi, Bank Sumut berencana untuk meningkatkan efisiensi operasional yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian target-target finansial yang telah ditetapkan. 

Dengan sinergi antara berbagai elemen internal dan dukungan dari pemegang saham serta stakeholder, Heru percaya bahwa Bank Sumut akan mampu tumbuh lebih besar dan lebih kuat menuju tahun 2030.

Terkini