Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun Bangun Peternakan Ayam Terintegrasi

Senin, 09 Februari 2026 | 13:50:14 WIB
Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun Bangun Peternakan Ayam Terintegrasi

JAKARTA - Upaya memperkuat pasokan protein nasional untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki fase konkret. 

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai mengeksekusi proyek besar peternakan ayam terintegrasi dengan nilai investasi puluhan triliun rupiah. 

Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjamin ketersediaan protein hewani secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak rakyat.

Danantara menggelontorkan dana hingga Rp20 triliun untuk membangun ekosistem perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Proyek ini secara khusus diarahkan untuk menopang kebutuhan protein dalam Program Makan Bergizi Gratis yang menargetkan puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Investasi Jumbo Perkuat Hilirisasi Perunggasan

BPI Danantara telah memulai pembangunan tahap awal proyek peternakan ayam terintegrasi dengan melakukan groundbreaking fase I di enam lokasi pada Jumat (6/2/2026). Pelaksanaan ini sempat mengalami penyesuaian jadwal dari rencana awal yang ditetapkan pada 28 Januari 2026.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar berorientasi pada peningkatan produksi ayam. Menurutnya, hilirisasi perunggasan dirancang untuk membangun ekosistem nasional yang saling terhubung dari sisi pembibitan, pakan, kesehatan hewan, hingga pengolahan dan pemasaran.

“Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian [Andi Amran Sulaiman] sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” kata Agung.

Proyek ini dinilai krusial mengingat tambahan kebutuhan protein untuk program MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774.000 ton telur per tahun.

Ekosistem Terintegrasi Dari Hulu Hingga Hilir

Pemerintah merancang proyek ini sebagai sistem perunggasan menyeluruh. Agung menjelaskan bahwa penguatan dimulai dari sisi hulu, yakni pembibitan ayam melalui pengembangan Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS).

Selain itu, pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri menjadi bagian penting untuk mengurangi ketergantungan impor. Aspek kesehatan hewan juga diperkuat guna menjamin kualitas dan keamanan produk.

Di sisi hilir, proyek ini mencakup pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU), gudang rantai dingin atau cold chain, fasilitas pengolahan daging dan telur, serta sistem logistik dan pemasaran. Rantai terintegrasi tersebut diharapkan menciptakan efisiensi sekaligus kestabilan pasokan.

Selain investasi Rp20 triliun dari Danantara, pemerintah turut membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun bagi peternak dan koperasi. Skema ini termasuk melalui Koperasi Desa Merah Putih, yang diharapkan menjadi motor penguatan ekonomi peternak rakyat.

Peran BUMN Pangan Jaga Harga Dan Serapan

Direktur Utama ID Food, Gimoyo, menjelaskan bahwa BUMN Pangan akan berperan penting dalam menyerap hasil produksi peternak rakyat. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar sekaligus memberikan kepastian usaha bagi peternak.

Pada tahap awal, pengembangan proyek dilakukan di enam wilayah, yakni Malang di Jawa Timur, Bone di Sulawesi Selatan, Gorontalo Utara, Paser di Kalimantan Timur, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, dan Lampung Selatan. Ke depan, proyek ini akan diperluas hingga mencakup total 30 titik nasional.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa lembaganya saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar US$7 miliar yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” ujar Rosan.

Pemerintah memproyeksikan proyek ini mampu menambah produksi sekitar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun, sekaligus menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru.

Dukungan Publik Dan Catatan Tata Kelola MBG

Hilirisasi ayam terintegrasi diharapkan menopang kebutuhan protein bagi sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG, serta berkontribusi menurunkan angka stunting dan kemiskinan. Program ini juga diproyeksikan meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun.

Survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik terhadap program MBG mencapai 72,8%. Sebanyak 12,2% responden mengaku sangat puas dan 60,6% cukup puas. Program ini dinilai telah diterima cukup luas sejak mulai dijalankan pada Januari 2025.

Meski demikian, survei tersebut juga mencatat masih adanya keraguan publik terkait tata kelola program. Mayoritas responden belum sepenuhnya yakin bahwa MBG bebas dari praktik korupsi. Hanya 33,8% responden yang menyatakan percaya atau sangat percaya bahwa program ini dikelola secara bersih.

Temuan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah agar penguatan produksi pangan dan program sosial berjalan seiring dengan transparansi dan akuntabilitas. 

Dengan fondasi hilirisasi perunggasan yang kuat, pemerintah berharap MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan unggul.

Terkini