Kenapa Makan Kangkung Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiah Sebenarnya

Senin, 09 Februari 2026 | 12:03:23 WIB
Kenapa Makan Kangkung Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiah Sebenarnya

JAKARTA - Kangkung kerap hadir sebagai menu pelengkap yang sederhana, mulai dari tumisan rumahan hingga sajian di warung makan. 

Rasanya yang ringan, teksturnya segar, serta harganya yang terjangkau membuat sayuran hijau ini sulit dipisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. 

Namun, di balik kelezatannya, kangkung juga menyimpan stigma yang cukup populer: konon, mengonsumsi kangkung bisa membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk.

Kepercayaan tersebut sudah lama beredar dan sering diwariskan dari cerita ke cerita. Bahkan, tidak sedikit orang yang memilih menghindari kangkung pada siang hari karena khawatir kantuk datang lebih cepat. 

Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, anggapan ini tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada penjelasan ilmiah yang perlu dipahami agar masyarakat tidak salah menilai manfaat maupun efek kangkung bagi tubuh.

Sebagai sayuran hijau, kangkung justru dikenal memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Di dalamnya terdapat serat, zat besi, kalsium, fosfor, protein, vitamin A, vitamin C, serta senyawa antioksidan yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh. Dengan memahami cara kerja nutrisi tersebut, anggapan soal kangkung bikin ngantuk bisa dilihat dari sudut pandang yang lebih objektif.

Kandungan Gizi Kangkung untuk Kesehatan Tubuh

Kangkung bukan hanya sayuran pelengkap, tetapi juga sumber nutrisi yang mendukung kesehatan. Serat yang terkandung di dalamnya membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Kandungan vitamin A berperan penting untuk menjaga kesehatan mata, sementara vitamin C membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, mineral seperti zat besi dan kalsium berfungsi mendukung pembentukan sel darah merah serta menjaga kekuatan tulang dan gigi. Fosfor dan protein juga berperan dalam proses metabolisme dan perbaikan jaringan tubuh. Tak heran jika kangkung sering direkomendasikan sebagai sayuran yang baik dikonsumsi secara rutin.

Dalam jumlah yang wajar, kangkung bahkan dikaitkan dengan manfaat lain seperti membantu mengontrol kadar gula darah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Dengan kata lain, secara nutrisi, kangkung bukanlah sayuran yang memberi dampak negatif bagi tubuh, melainkan justru mendukung kesehatan jika diolah dan dikonsumsi dengan tepat.

Asal Usul Anggapan Kangkung Bikin Ngantuk

Pertanyaan mengenai apakah kangkung benar-benar menyebabkan kantuk masih sering muncul. Mengutip buku PANGANPEDIA: Penjelasan Sains dari Fenomena Pangan Sehari-Hari karya Hesti Ayuningtyas Pangastuti dkk, rasa mengantuk setelah makan kangkung berkaitan dengan efek sedatif ringan yang dimilikinya.

Efek sedatif merupakan kondisi ketika sistem saraf pusat mengalami penekanan ringan sehingga tubuh menjadi lebih tenang dan rileks. Respons terhadap rangsangan luar menurun, membuat tubuh terasa santai. Kondisi inilah yang kerap disalahartikan sebagai rasa kantuk berlebihan.

Efek menenangkan tersebut berasal dari senyawa alami dalam kangkung, seperti alkaloid, flavonoid, dan steroid. Senyawa-senyawa ini bekerja menciptakan sensasi rileks setelah dikonsumsi. Namun, efeknya bersifat ringan dan tidak serta-merta membuat seseorang tertidur.

Efek Rileks Kangkung dan Salah Kaprah yang Terjadi

Dalam konteks tertentu, efek sedatif ringan dari kangkung justru bisa memberi manfaat. Bagi orang yang mengalami gangguan tidur ringan atau tingkat kecemasan tinggi, sensasi rileks setelah makan kangkung dapat membantu tubuh lebih tenang.

Masalahnya, efek ini sering disalahpahami sebagai penyebab utama kantuk. Padahal, rasa mengantuk setelah makan tidak selalu berkaitan langsung dengan satu jenis makanan. Kombinasi menu yang dikonsumsi berperan besar, terutama jika makanan pendamping mengandung karbohidrat sederhana atau memiliki indeks glikemik tinggi.

Nasi putih dalam porsi besar, makanan manis, gorengan, serta hidangan tinggi lemak dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti rasa lelah dan mengantuk. Dalam situasi seperti ini, kangkung kerap menjadi “tersangka”, meski bukan penyebab utama.

Selain itu, kebiasaan makan berlebihan, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik juga berkontribusi pada rasa kantuk setelah makan. Faktor gaya hidup inilah yang sering luput dari perhatian.

Cara Mengurangi Rasa Ngantuk Setelah Makan

Untuk mencegah rasa ngantuk setelah makan, kunci utamanya adalah menjaga pola makan yang seimbang. Konsumsilah makanan dengan porsi yang sesuai, perbanyak sayur dan protein, serta batasi asupan gula, karbohidrat sederhana, dan makanan tinggi lemak.

Pola tidur yang cukup juga berperan penting dalam menjaga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Kurang tidur membuat tubuh lebih mudah merasa lelah, termasuk setelah makan. Aktivitas fisik rutin pun membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga energi tetap stabil.

Jika rasa ngantuk sering muncul meski pola makan sudah dijaga, sebaiknya waspada. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, anemia, atau hipotiroidisme, yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada akhirnya, anggapan bahwa makan kangkung bikin ngantuk lebih tepat disebut sebagai mitos. Rasa kantuk yang dirasakan banyak orang umumnya berkaitan dengan efek rileks alami, kombinasi makanan, serta gaya hidup secara keseluruhan, bukan karena kangkung itu sendiri.

Terkini

Strategi Purbaya Dongkrak Tax Ratio Indonesia Tahun 2026

Senin, 09 Februari 2026 | 15:48:27 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Terus Menguat

Senin, 09 Februari 2026 | 15:48:19 WIB

Tantangan Dan Strategi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun 2026

Senin, 09 Februari 2026 | 15:48:15 WIB

Damri Tawarkan Promo Diskon Ramadan Perjalanan Antarkota

Senin, 09 Februari 2026 | 15:48:10 WIB