JAKARTA - Upaya memperkuat struktur ekonomi nasional melalui hilirisasi komoditas unggulan terus menunjukkan hasil nyata.
Salah satunya terlihat dari berkembangnya berbagai produk turunan kelapa sawit yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga membuka peluang pemerataan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat lokal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan inovasi UMKM binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Menurutnya, langkah hilirisasi sawit yang dilakukan UMKM merupakan strategi penting dalam memperkuat ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Apresiasi tersebut disampaikan Purbaya saat meninjau pameran UMKM di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang, Jawa Tengah.
Dalam kunjungannya, ia melihat langsung beragam produk inovatif berbasis sawit yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Potensi Pertumbuhan UMKM Sawit Kian Terbuka
Purbaya optimistis pengembangan UMKM berbasis kelapa sawit akan tumbuh semakin cepat ke depan. Menurutnya, inisiatif hilirisasi yang baru dimulai ini memiliki ruang pengembangan yang sangat besar, terutama jika didukung oleh kebijakan yang tepat dan keberlanjutan pembinaan.
“Ke depan pasti lebih cepat (pertumbuhan UMKM sawit). Ini kita baru mulai,” kata Purbaya.
Ia menegaskan bahwa produk turunan sawit dari UMKM memiliki potensi besar sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus penggerak ekonomi sirkular. Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di dalam negeri, UMKM mampu menciptakan produk bernilai tambah tinggi tanpa bergantung pada ekspor bahan mentah.
Selain berdampak pada ekonomi, hilirisasi sawit di tingkat UMKM juga berkontribusi pada penguatan ekosistem industri nasional. Proses produksi yang dilakukan di daerah mendorong perputaran ekonomi lokal dan memperkuat daya beli masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ragam Inovasi Produk Turunan Kelapa Sawit
Dalam kunjungannya, Purbaya menyoroti sejumlah produk inovatif yang mencerminkan kreativitas UMKM dalam mengolah kelapa sawit.
Salah satunya adalah batik sawit produksi CV Smart Batik Indonesia yang menggunakan malam berbahan dasar sawit. Menkeu menilai kualitas desain dan bahan batik tersebut sangat kompetitif sehingga layak digunakan secara luas oleh masyarakat.
Produk batik sawit tersebut menunjukkan bahwa kelapa sawit tidak hanya identik dengan bahan pangan atau energi, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam industri kreatif. Inovasi semacam ini dinilai mampu memperluas citra sawit Indonesia sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
Selain itu, Purbaya juga meninjau inovasi dari Karplanter yang memproduksi pot terrazzo dan media tanam ramah lingkungan. Produk tersebut dibuat dari cangkang serta tandan kosong kelapa sawit, yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah. Pemanfaatan limbah sawit ini dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
Tak kalah menarik, UMKM Berkah Kita turut memamerkan produk LUNAR berupa lilin aromatik dan sabun cuci rempah yang berbahan dasar minyak jelantah.
Inovasi ini menjadi solusi atas permasalahan limbah sekaligus menghadirkan produk bernilai guna tinggi bagi konsumen. Menkeu menilai pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa UMKM mampu menjawab tantangan lingkungan melalui kreativitas dan inovasi.
Dukungan Fiskal dan Peran BPDPKS
Untuk menjaga keberlanjutan tren positif tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam menyusun kebijakan fiskal yang berpihak pada penguatan ekosistem UMKM. Hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit diharapkan tidak berhenti pada produk mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah signifikan di tangan pengrajin dan inovator lokal.
Purbaya menilai peran lembaga seperti BPDPKS sangat penting dalam mendampingi UMKM agar mampu naik kelas. Melalui pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi akses pasar, UMKM berbasis sawit diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan berdaya saing.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa kehadiran BPDP dalam pameran tersebut merupakan wujud nyata dukungan terhadap hilirisasi sawit.
Dengan membawa mitra binaan dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, BPDP berupaya memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan diversifikasi produk sawit kepada publik.
“Pada kegiatan ini kami membawa beberapa mitra binaan kami yang berada di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami untuk mendukung hilirisasi serta pengembangan produk berbasis sawit. Kami berharap UMKM sawit ke depan dapat terus berkembang dan semakin berdaya saing,” ujar Helmi.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola, dan pelaku UMKM, hilirisasi kelapa sawit diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.