Merdeka Copper Gold Pacu Produksi Emas Usai Pendapatan Tinggi

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:07:36 WIB
Merdeka Copper Gold Pacu Produksi Emas Usai Pendapatan Tinggi

JAKARTA - Kinerja positif yang dibukukan PT Merdeka Copper Gold Tbk. menjadi fondasi penting untuk mendorong ekspansi bisnis ke depan. 

Setelah mencatatkan pendapatan signifikan sepanjang tahun lalu, perusahaan tambang ini mulai memfokuskan langkahnya pada peningkatan produksi, khususnya pada komoditas emas. Strategi tersebut sejalan dengan kesiapan sejumlah proyek strategis yang segera memasuki fase produksi.

Dengan portofolio tambang yang semakin matang, Grup Merdeka optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan. Tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting, terutama dengan hadirnya kontribusi dari proyek emas baru yang selama ini dipersiapkan secara bertahap.

Kinerja Keuangan Jadi Landasan Pertumbuhan

PT Merdeka Copper Gold Tbk. mencatatkan pendapatan tidak diaudit sebesar US$1,89 miliar atau setara Rp31,70 triliun sepanjang tahun lalu. Capaian tersebut mencerminkan kontribusi kuat dari lini bisnis emas, yang mampu menahan tekanan akibat pelemahan pendapatan di sektor nikel dan tembaga.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro menjelaskan bahwa sepanjang 2025 perseroan berfokus pada penguatan disiplin operasional serta penyelesaian agenda strategis utama. Pada kuartal IV/2025, perusahaan memprioritaskan stabilitas portofolio sekaligus menyiapkan fondasi ekspansi untuk tahun berikutnya.

“Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel, Merdeka berada pada posisi kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Albert.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pertumbuhan MDKA tidak hanya didorong oleh ekspansi agresif, tetapi juga oleh konsistensi operasional dan penguatan struktur bisnis.

Kontribusi Tambang Emas Terus Menguat

Lini bisnis emas menjadi kontributor utama kinerja Merdeka sepanjang 2025. Melalui Tambang Emas Tujuh Bukit, perseroan berhasil memproduksi 103.156 ounces emas. Dari sisi penjualan, MDKA mencatatkan pelepasan 104.168 ounces emas dengan harga jual rata-rata US$3.138 per ons.

Harga jual tersebut melonjak 32 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya secara tahunan. Kenaikan harga emas global memberikan dorongan signifikan terhadap pendapatan, sekaligus memperkuat posisi emas sebagai penopang utama kinerja keuangan perusahaan.

Selain Tujuh Bukit, proyek Tambang Emas Pani yang dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk. telah menyelesaikan serangkaian tahap commissioning pada akhir 2025. 

Proyek ini dijadwalkan memulai produksi emas perdana pada kuartal I/2026 dan diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru bagi Grup Merdeka.

Dengan beroperasinya Tambang Pani, perusahaan berharap dapat meningkatkan volume produksi emas secara signifikan dan memperluas kontribusi terhadap pendapatan grup.

Perkembangan Nikel Dan Tembaga Tetap Dijaga

Di sektor nikel, melalui anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk., kinerja produksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral mencatatkan kenaikan produksi saprolit sebesar 42 persen secara tahunan menjadi 7,0 juta wet metric tonnes. Produksi limonit bahkan meningkat 45 persen YoY menjadi 14,7 juta wet metric tonnes.

Peningkatan ini mencerminkan upaya perseroan dalam memperkuat posisi di rantai pasok bahan baku baterai, seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel. Meski demikian, kontribusi pendapatan nikel dan tembaga pada 2025 relatif melemah dibandingkan emas, sehingga sebagian terimbangi oleh kinerja emas yang kuat.

Pada lini tembaga, Tambang Wetar tercatat memproduksi 10.454 ton tembaga sepanjang 2025. Selain operasi yang berjalan, perseroan juga terus mematangkan studi kelayakan Proyek Tembaga Tujuh Bukit. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu tambang tembaga-emas terbesar di dunia yang belum dikembangkan.

Pengembangan proyek tersebut dinilai akan menjadi pilar penting bagi pertumbuhan jangka panjang MDKA, terutama dalam memperkuat portofolio logam dasar dan mulia.

Target Produksi Emas Ditingkatkan Tahun Depan

Memasuki 2026, Grup Merdeka menargetkan lonjakan volume produksi emas menjadi 180.000 hingga 205.000 ounces. Target ini hampir dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya, seiring dengan kontribusi penuh dari Tambang Emas Pani.

Sementara itu, untuk bisnis nikel, MBMA membidik produksi saprolit sebesar 8,0 juta hingga 10,0 juta wet metric tonnes dan limonit sebesar 20,0 juta hingga 25,0 juta wet metric tonnes. Seluruh target produksi tersebut masih menunggu persetujuan resmi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya dari otoritas terkait.

Dengan portofolio tambang yang semakin beragam dan proyek baru yang siap beroperasi, MDKA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan. 

Fokus pada efisiensi operasional, disiplin investasi, serta pengembangan proyek strategis menjadi kunci bagi perusahaan untuk menghadapi dinamika industri pertambangan global ke depan.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB